Indonesian Aquaculture 2015 “Sustainable Aquaculture for Business and Prosperity

Aquaculture Indonesia

Pelaksanaan kegiatan Indoensian Aquaculture 2015 pada tanggal 28 – 31 Oktober 2015, secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, bertempat di Hall 5, ICE-BSD City, Tangerang Banten, pada tanggal 29 Oktober 2015. Pada acara pembukaan ini, hadir pula Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti serta Gubernur Banten, Rano Karno.

Indonesia adalah negara dengan kekayaan sumberdaya alam yang luar biasa. Salah satunya adalah kekayaan sumberdaya alam, yang dapat dimanfaatkan untuk sector perikanan budidaya. Potensi lahan budidaya laut seluas 11,8 juta ha, lahan budidaya payau seluas 2,3 juta ha dan lahan budidaya air tawar seluas 2,5 juta ha, baru sebagian kecil dimanfaatkan.

Produksi perikanan budidaya juga meningkat lebih dari dua lipat sejak tahun 2010 dengan pertumbuhan mencapai 24,7 % per tahun. Perikanan budidaya juga terbukti mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan gizi dan kesejahteraan masyarakat,  serta mampu  menggerakkan perekonomian daerah dan nasional.

Untuk itu, dalam rangka mempromosikan potensi ekonomi dan bisnis perikanan budidaya dan sekaligus untuk menarik investor di bidang perikanan budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), melaksanakan INDONESIAN AQUACULTURE 2015 (INDOAQUA-2015), pada tanggal 28-31 Oktober 2015 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tanggerang-Banten.

Indonesian Aquaculture adalah agenda rutin yang dilaksanakan oleh  Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2006. Dan tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke delapan. Pada pelaksanaan Indonesian Aquaculture 2015, tema yang diusung adalah ”Sustainable Aquaculture for Business and Prosperity”.

Kegiatan INDOAQUA 2015 meliputi seminar, pameran dan juga temu bisnis. Disamping itu juga kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak-anak, untuk lebih mengenalkan dunia perikanan kepada mereka. Peserta dan yang akan hadir di INDOAQUA 2015 juga cukup beragam. Mulai dari peneliti, perekayasa, kalangan akademisi, pembudidaya, pengusaha perikanan, praktisi perikanan budidaya dan juga masyarakat umum yang tertarik untuk menjadi wirausaha perikanan budidaya.

Peserta pameran INDOAQUA 2015 berjumlah 86 peserta terdiri dari Dinas Kelautan dan Propinsi se-Indonesia, Dinas kelautan dan perikanan kab/kota, Unit pelaksana teknis (UPT) lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Produsen Sarana Budidaya dan stake holder lainnya.

Sedangkan untuk seminar, terdiri dari beberapa sesi, seperti sesi udang, rumput laut, sidat, nila, patin, marikultur,ikan hias dan lainnya. Para peserta terdiiri dari para akademisi, peneliti, perekayasa,pembudidaya masyarakat umum dan stake holder lainnya.

Tema INDOAQUA 2015 yaitu ”Sustainable Aquaculture for Business and Prosperity”, diambil karena selaras dengan tiga pilar pembangunan nasional yaitu Kedaulatan, Keberlanjutan dan Kesejahteraan. Berlandaskan pada tiga pilar tersebut, pembangunan perikanan budidaya diarahkan menuju pengembangan Perikanan Budidaya yang Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan.

Kemandirian menjadi kunci utama dalam peningkatan produksi perikanan budidaya dan peningkatan perekonomian suatu daerah. Perikanan Budidaya yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan, akan mendorong pembudidaya, pengusaha dan stake holder lainnya, untuk lebih kreatif dan inovatif memanfaatkan sumberdaya alam dan menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar bebas serta memperhatikan lingkungan dalam melakukan usaha perikanan budidaya.

Kemandirian akan mendorong untuk tidak tergantung dari orang lain atau Negara lain dalam mengembangkan usaha perikanan budidaya. Ini akan membuktikan kita sebagai bangsa yang berdaulat dan diakui secara nyata oleh negara lain.

Daya saing produk perikanan budidaya harus di tingkatkan melalui pemberian nilai tambah. Baik itu melalui penggunaan benih bermutu yang dihasilkan oleh induk unggul, bebas anbiotic dan obat-obatan yang dilarang, dan juga melaksanakan usaha budidaya sesuai dengan Good Aquaculture Practices.

Yang paling penting adalah bahwa perikanan budidaya didorong untuk berkelanjutan, baik dari aspek lingkungan maupun usaha. Dengan melakukan usaha budidaya yang ramah lingkungan maka, usaha tersebut dapat terus berlanjut dan meningkatkan kesejahteraan.

Produksi perikanan budidaya secara nasional dalam kurun waktu lima tahun terakhir, telah meningkat 23,74 % dari 6,27 juta ton di 2010, menjadi 14,52 juta di 2015. Dari total produksi 14,52 juta ton di tahun 2015, 70,45 % nya merupakan produksi rumput laut, 22 % nya berasal dari budidaya ikan air tawar seperti patin, nila, lele, gurame dan juga bandeng. Kemudian untuk udang, komoditas laut seperti kakap dan kerapu, produksinya adalah 4 % dari total produksi.

Ini menggambarkan bahwa usaha perikanan budidaya adalah usaha yang sifatnya padat karya. Mampu menyerap banyak tenaga kerja, memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan menjadi tulung punggung perekonomian baik daerah maupun nasional.

Nilai produksi perikanan budidaya pada 2014 mencapai 109,78 trilyun dengan investasi mencapai 23,25 trilyun. Dengan target produksi pada 2015 mencapai 17,9 juta ton dengan nilai produksi mencapai 174,7 trilyun, perlu terus di dukung dengan investasi dan kerja keras para stake holder serta dukungan kebijakan dari pemerintah.

Perhelatan Indoaqua 2015 diharapkan akan mampu meningkatkan promosi potensi perikanan budidaya di daerah, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan investasi, menyerap tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.